Profil

Politeknik Negeri Lhokseumawe merupakan salah satu Politeknik Negeri dari 43 Politeknik Negeri yang ada di Indonesia. Sejarah berdirinya Politeknik Negeri Lhokseumawe tidak dapat dipisahkan dari peran Universitas Syiah Kuala sebagai induk dan cikal bakal lahirnya Politeknik Negeri Lhokseumawe. Politeknik Negeri Lhokseumawe merupakan satu-satunya Politeknik Negeri yang berada di Provinsi Aceh. Gedung dan fasilitas Politeknik Negeri Lhokseumawe didirikan pada tahun 1985 dengan bantuan dari Bank Dunia XIII dan mulai menyelenggarakan pendidikan sejak tanggal 5 Oktober 1987, dengan nama Politeknik Universitas Syiah Kuala. Politeknik Negeri Lhokseumawe mengalami transformasi dari Politeknik Universitas Syiah Kuala menjadi Politeknik NegeriĀ  Lhokseumawe berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud No. 100/O/1997 tanggal 9 Mei 1997.

Diawal berdirinya pada tahun 1987, Politeknik Negeri Lhokseumawe memiliki 3 Jurusan, yakni Teknik Sipil, Teknik Mesin dan Teknik Kimia

Baru pada tahun 2015 berdirilah Program Studi D3 Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan (TKJJ) sebagai bagian dari Jurusan Teknik Sipil. Prodi ini mengalami perubahan nama dari D3 Bangunan Transportasi ke program studi D3 Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan sesuai dengan Keputusan Menristek dan Dikti No. 457/KPT/1/2018 tanggal 22 Mei 2018. Ijin operasional pendirian prodi sesuai dengan keputusan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi No. 90 KPT/1/2015 tanggal 18 November 2015.

Visi:

Pada tahun 2022 Prodi D3 TKJJ akan menghasilkan lulusan yang mandiri dan unggul dalam pelaksanaan dan pengawasan dalam bidang jalan dan jembatan serta mampu bersaing pada tingkat regional, nasional, dan global

Misi:

Menyelenggarakan proses Pendidikan, menyebarkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, dalam rangka membentuk cendikiawan professional yang bertaqwa dan berakhlak mulia yang memiliki keunggulan, kelilmuan, keahlian, kemandirian, dan profesionalisme